Rabu, 21 April 2010
Membangun Blog dari Nol
Selasa, 20 April 2010
Stress Kerja...?
Beberapa tanda sebagai indikator stress diantaranya :
1. Pelupa karena kelebihan informasi dari kapasitasnya
2. Kurang Konsentrasi karena banyak hal yang harus dikerjakan dan cepat selesai
3. Perhatian Menurun
4. Cepat Lelah, dan susah tidur
5. Tidak Bersemangat
6. Mudah tersinggung dan ingin cepat marah
7. Mudah sakit flu, sakit perut tanpa sebab, atau sakit kepala
Jadi diantara tanda-tanda tersebut yang mana kira-kira telah terjadi dalam diri Anda?
Kerusakan Asset Pemprov Menaikkan Pungutan Pajak
Pihak Pemprov DKI menyatakan bahwa kendaraan dinas Satpol PP yang rusak akibat peristiwa di Tanjung Priuk berjumlah 21 unit. Hal ini dilanjutkan dengan action gubernur DKI yang meminta atau mengajukan penggantian kendaraan yang tentunya kepada pihak yang relevan kaitannya dengan APBD. Artinya ada pos-pos anggaran tertentu yang seharusnya tidak dikeluarkan atau dikeluarkan untuk kegiatan lain tapi karena ada asset yang dirusak maka pos tersebut langsung disedot (jika permintaan gubernur disetujui otoritas penguasa penggunaan anggaran).
Maknanya adalah bahwa setiap kerusakan asset yang dimiliki pemerintah yang karena sesuatu hal kemudian tidak bisa dipakai lagi alias rusak maka sesungguhnya hal ini menambah beban rakyat/masyarakat yang telah seperak dua perak membayar pajak kepada negara yang telah dikumpulkan dengan susah payah oleh instansi tertentu yang ditugaskan oleh Undang-Undang. Muaranya adalah penerimaan pajak. Sehingga jika kita kaitkan antara asset yang dimiliki pemerintah dengan penerimaan pajak adalah agar supaya penggunaan uang pajak bisa terpelihara. Kendaraan yang rusak pada hakekatnya memusnahkan uang kita sendiri yang akan dialokasikan ke pajak. Pertanyaan mengapa kita musti boikot bayar pajak? Padahal kita sendiri yang merusaknya.
Kepada teman-teman blog gimana pendapat Anda dalam perkara ini
Senin, 19 April 2010
Kamis, 15 April 2010
Kasus Gayus, Kenapa Hakim Pengadilan Pajak belum disentuh?
Setelah berjalan beberapa bulan, kasus Gayus yang menghebohkan baik masyarakat maupun internal sesama pegawai DJP, juga telah merembet ke berbagai Instansi. Dengan SK Menkeu atasan Gayus sudah dicopot jabatannya. Mereka telah diperiksa tim internal DJP (KITSDA) maupun oleh Tim Itjen Kemenkeu, kalau nggak salah mereka juga akan dipanggil oleh DPR.
Hampir semua yang terlibat menangani kasus Gayus sudah dilakukan tindakan. Di jajaran POLRI sudah ada beberapa yang dicopot dari jabatannya. Di Jajaran Kejaksaan juga demikian. jaksa peneliti maupun jaksa penuntut sudah dilakukan pencopotan. Hal yang sama juga mestinya dilakukan terhadap hakim yang menyidangkan kalau memang terbukti bersalah. Setelah mereka dicopot selanjutnya dilakukan penyelidikan dan dilakukan tindakan hukum jika memang terbukti bersalah.
Sesungguhnya kasus Gayus ini ada 2 (dua) aspek yang harus dilihat:
Kasus ini berawal dari laporan hasil analisis PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan) kepada POLRI yaitu adanya transaksi keuangan yang mencurigakan atas nama Gayus Tambunan. Oleh penyidik POLRI selanjutnya dilakukan penyelidikan dan penyidikan. Hasilnya kemudian dilimpahkan ke Kejaksaan dan kemudian disidangkan. Dalam proses inilah kemudian muncul istilah markus. Akhirnya masyarakat bisa tahu adanya rekayasa dalam proses ini yang diduga melibatkan para penyidik, jaksa dan penasihat hukum dan hakim yang mengadili perkara Gayus. Mudah-mudahan pihak berwenang bisa melakukan tindakan yang adil bagi yang bersalah. Kasus ini sudah mendapat porsi yang cukup besar oleh Satgas Anti Mafia Hukum.
Selanjutnya kasus pajaknya di mana? Mengingat selama ini Gayus bertugas di Direktorat yang mengurus masalah banding di pengadilan pajak, maka patut diduga bahwa uang yang dimiliki Gayus bukanlah berasal dari uang setoran wajib pajak yang ditilep oleh petugas pajak sebagaimana anggapan masyarakat selama ini (lha setoran pajak kan ke Bank, jadi nggak mungkin lah, kecuali kalau Surat Setoran Pajak -SSP dipalsukan) tetapi patut diduga berasal dari tugas dia dalam proses banding di Pengadilan Pajak.
Sebagaimana diketahui apabila Wajib Pajak dilakukan pemeriksaan dan tidak menyetujui SKP (Surat Ketetapan Pajak) dapat mengajukan Keberatan ke Kanwil DJP. Apabila keberatan ditolak oleh Kanwil DJP maka dapat mengajukan banding ke Pengadilan Pajak. Konon dengan reformasi di DJP maka Wajib Pajak sudah tidak bisa lagi kong kalingkong dalam proses pemeriksaan pajak maupun keberatan. Karenanya Wajib Pajak menggeser modusnya dengan mengajukan banding ke Pengadilan Pajak (kesimpulan ini perlu adanya penyelidikan dan pembuktian lebih lanjut).
Dalam proses pengadilan pajak yang berperan memutuskan suatu kasus pajak adalah Hakim Pangadilan Pajak. Biasanya dalam proses ini yang ikut berperan adalah Wajib Pajak, Konsultan Pajak, Panitera Pengadilan Pajak. Peranan pegawai Direktorat Banding (DJP) adalah mewakili DJP dalam proses persidangan.
Lantas kalau Gayus sudah diproses, atasan Gayus sudah di non aktifkan dari jabatannya adalah tidak fair kalau penyelidikan Satgas Anti Mafia Hukum, KPK dan PPATK tidak diperluas ke kalangan Hakim Pengadilan Pajak maupun pihak lain yang terlibat dalam proses pengadilan pajak.Tentunya tetap berpegang pada asas praduga tak bersalah.
Jika luput dari perhatian, dunia mau berkata apa? ( atau apa kata dunia?)
http://big-sugeng.blogspot.com/2010/04/kasus-gayus-kenapa-hakim-pengadilan.html
Selasa, 06 April 2010
Balita Merokok
Darimana ia dapat rokok dan kenapa sampai ia begitu ahli dalam merokok? Jawabannya adalah LINGKUNGAN. Kita lihat bahwa orang tuanya sibuk mencari penghasilan untuk menutupi kebutuhan dapur. Mereka tidak sadar bahwa anaknya yang masih balita memerlukan perhatian dan pendidikan dini dari orang tuanya. Lalu siapa sang lingkungan itu? Berhati-hatilah dengan lingkungan kita, baik lingkungan manusia maupun lingkungan alam. Lingkungan yang mengelilingi sang balita sudah pasti, mereka adalah perokok. Lingkungan perokok inilah sebenarnya yang telah merusak lembaran putih sang balita menjadi seperti sekarang.
Boleh kita berandai-andai, sekiranya lingkungan balita itu adalah orang-orang yang pandai main sulap maka ia cenderung akan mahir bermain sulap. Apabila ia hidup di lingkungan sanggar senam pastilah ia akan lihai memamerkan senam, ditambah lagi orang tua balita yang melepas perhatian dan pendidikan dini.
Saran saya adalah janganlah karena alasan mencari uang/penghasilan lalu kita lupa perhatian dan pendidikan dini anak-anak kita selama masa-masa keemasan mereka. Sayang kalau kita sudah menginginkan punya anak lalu anak kita menjadi besar menjadi anak yang tidak kita harapkan. Kebahagiaan orang tua adalah ketika melihat anak-anaknya menjadi sosok yang ia dambakan. Pasti, orang tua si balita tidak menginginkan ia menjadi perokok, lalu kenapa sekarang jadi perokok?
Jumat, 19 Maret 2010
Bahaya Televisi
This form is powered by the Mail-Maniac form mailer